Halaman

Sabtu, 03 Februari 2018

RPP Bab VI Kelas 8 Semester Genap Kurikulum 2013

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
BAB VI

    Nama Sekolah               :      SMP Negeri 2 Pucuk
    Mata Pelajaran               :     PPKn
    Kelas/Semester              :      VIII  / Genap
    Materi Pokok                 :      Memperkuat Komitmen Kebangsaan
    Alokasi waktu               :      6 x pertemuan  ( 6 x 120  menit )

A. Kompetensi Inti      :
 1.   Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya.
 2.   Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin,   tanggungjawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, percaya diri, dalam   berinteraksi  secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan   pergaulan dan keberadaannya
 3.   Memahami dan menerapkan pengetahuan (faktual, konseptual,  dan procedural berdasarkan rasa  ingin tahunya tentang ilmu  pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan  kejadian  tampak mata.
 4.   Mencoba,mengolah, menyaji, dan menalar dalam ranah konkret  (menggunakan, mengurai,  merangkai, memodifikasi, dan  membuat ) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan   mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di  sekolah dan sumber yang sama   dalam sudut pandang/teori    

B .Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi.
KOMPETENSI DASAR
INDIKATOR
1.6
Mensyukuri semangat dan komitmen kolektif kebangsaan untuk memperkuat NKRI yang berketuhanan Yang Maha Esa.
1.6.1



1.6.2
Bersyukur atas keberadaan semangat dan komitmen kebangsaan kolektif untuk memperkuat Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Menyadari semangat dan komitmen kebangsaan kolektif untuk memperkuat Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai anugerah dari Tuhan Yang Maha Esa.
2.6
Menunjukkan sikap gotong royong sebagai wujud nyata semangat dan komitmen kolektif kebangsaan untuk memperkuat Negara Kesatuan Republik Indonesia.
2.6.1



2.6.2



2.6.3



2.6.4



2.6.5



Berperilaku tanggung jawab sebagai wujud sikap semangat dan komitmen kebangsaan kolektif untuk memperkuat Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Berperilaku percaya diri sebagai wujud sikap semangat dan komitmen kebangsaan kolektif untuk memperkuat Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Berperilaku patriotik sebagai wujud sikap semangat dan komitmen kebangsaan kolektif untuk memperkuat Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Berperilaku demokratis sebagai wujud sikap semangat dan komitmen kebangsaan kolektif untuk memperkuat Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Berperilaku menghargai hasil karya orang lain sebagai wujud sikap semangat dan komitmen kebangsaan kolektif untuk memperkuat Negara Kesatuan Republik Indonesia.
3.6
Menginterpretasikan semangat dan komitmen kebangsaan kolektif untuk memperkuat Negara Kesatuan Republik Indonesia dalam kontek kehidupan siswa.
3.6.1

3.6.2


3.6.3
Menguraikan Semangat dan komitmen Kebangsaan yang ditunjukan Pendiri Negara.
Menjelaskan bentuk-bentuk semangat dan komitmen kebangsaan yang ditunjukan pendiri negara.
Menjelaskan perwujudan Perilaku Semangat dan Komitmen Kebangsaan dalam Kehidupan
4.6
Mengorganisasikan kegiatan lingkungan yang mencerminkan semangat dan komitmen kebangsaan untuk memperkuat Negara Kesatuan Republik Indonesia.
 4.6.1


 4.6.2



 4.6.3
Mengorganisasikan kegiatan lingkungan yang mencerminkan semangat dan komitmen kebangsaan dilingkungan sekolah.
Menyajikan hasil laporan menelaah sikap teladan tokoh masyarakat akan pentingnya semangat dan komitmen kebangsaan untuk memperkuat Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Melakukan gagasan nilai tokoh masyarakat akan pentingnya semangat dan komitmen kebangsaan untuk memperkuat Negara Kesatuan Republik Indonesia.
    
C.  TUJUAN PEMBELAJARAN
       Kompetensi Sikap Spiritual dan Sikap Sosial
Setelah mengikuti serangkaian kegiatan pembelajaran pertemuan pertama sampai dengan pertemuan kelima peserta didik dapat :
1.         Kopetensi Sikap Spiritual
1.    Menunjukkan perilaku beriman dan bertaqwa atas keberadaan semangat dan komitmen kebangsaan kolektif untuk memperkuat Negara Kesatuan Republik Indonesia
2.    Menunjukkan perilaku bersyukur atas keberadaan semangat dan komitmen kebangsaan kolektif untuk memperkuat Negara Kesatuan Republik Indonesia
2.         Kopetensi sikap sosial
1.    Berperilaku tanggung jawab sebagai wujud sikap semangat dan komitmen kebangsaan kolektif untuk memperkuat Negara Kesatuan Republik Indonesia.
2.    Berperilaku percaya diri sebagai wujud sikap semangat dan komitmen kebangsaan kolektif untuk memperkuat Negara Kesatuan Republik Indonesia

3.         Kopetensi Pengetahuan dan Ketrampilan
  Pertemuan ke 1
Setelah mengikuti proses pembelajaran, peserta didik mampu :
1.    Menguraikan tentang Semangat dan komitmen Kebangsaan yang ditunjukan Pendiri Negara
2.    Menyusun laporan hasil telaah tentang Semangat dan komitmen Kebangsaan yang ditunjukan Pendiri Negara
3.    Menyajikan hasil telaah tentang Semangat dan komitmen Kebangsaan yang ditunjukan Pendiri Negara

Pertemuan ke 2
  Setelah mengikuti proses pembelajaran, peserta didik mampu :
1.    Menguraikan bentuk-bentuk semangat dan komitmen kebangsaan yang ditunjukan pendiri negara.
2.    Menyusun laporan hasil telaah tentang bentuk-bentuk semangat dan komitmen kebangsaan yang ditunjukan pendiri negara.
3.    Menyajikan hasil telaah tentang bentuk-bentuk semangat dan komitmen kebangsaan yang ditunjukan pendiri negara.

               Pertemuan ke 3
Setelah mengikuti proses pembelajaran, peserta didik mampu :
1.    Menguraikan tentang Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai Satu Kesatuan.
2.    Menyusun laporan hasil telaah tentang membahas Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai Satu Kesatuan.
3.    Menyajikan hasil telaah tentang membahas Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai Satu Kesatuan.

 Pertemuan ke 4
Setelah mengikuti proses pembelajaran, peserta didik mampu :
1.    Mewujudkan Perilaku Semangat dan Komitmen Kebangsaan dalam Kehidupan
2.    Menyusun laporan hasil telaah tentang perwujudan Perilaku Semangat dan Komitmen Kebangsaan dalam Kehidupan
3.    Menyajikan hasil telaah tentang perwujudan Perilaku Semangat dan Komitmen Kebangsaan dalam Kehidupan

              Pertemuan ke 5
Setelah mengikuti proses pembelajaran, peserta didik mampu :
1.    Mewujudkan Perilaku Semangat dan Komitmen Kebangsaan dalam Kehidupan
2.    Menyusun laporan hasil telaah tentang perwujudan Perilaku Semangat dan Komitmen Kebangsaan dalam Kehidupan
3.    Menyajikan hasil telaah tentang perwujudan Perilaku Semangat dan Komitmen Kebangsaan dalam Kehidupan

              Pertemuan ke 6
Setelah mengikuti proses pembelajaran, peserta didik mampu :
1.    Mewujudkan Perilaku Semangat dan Komitmen Kebangsaan dalam Kehidupan
2.    Menyusun laporan hasil telaah tentang perwujudan Perilaku Semangat dan Komitmen Kebangsaan dalam Kehidupan
3.    Menyajikan hasil telaah tentang perwujudan Perilaku Semangat dan Komitmen Kebangsaan dalam Kehidupan

D. Materi Pembelajaran.
a.    Materi reguler
A.   Semangat dan komitmen Kebangsaan yang ditunjukan Pendiri Negara
Dalam buku Empat Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara (2012), dijelaskan bahwa kata Indonesia berasal dari bahasa Latin indus dan nesos yang berarti India dan pulau-pulau. Indonesia merupakan sebutan yang diberikan untuk pulau-pulau yang ada di Samudra India dan itulah yang dimaksud sebagai satuan pulau yang kemudian disebut Indonesia.
Soekarno telah berkali-kali keluar masuk penjara untuk memperjuangkan kedaulatan negara Indonesia. Soekarno dalam pembelaanya yang berjudul Indonesia Menggugat, mengungkapkan bahwa bangsa Belanda sebagai bangsa yang serakah yang telah menindas dan merampas kemerdekaan bangsa Indonesia. Moh. Hatta pun mengalami hal yang serupa; ditangkap dan dijebloskan ke dalam penjara, tetapi semangatnya tidak pudar untuk memperjuangkan kemerdekaan bangsa. Terbukti pada masa pengasingan di Digul, Hatta aktif menulis di berbagai surat kabar. Ia juga rajin membaca buku yang ia bawa dari Jakarta untuk kemudian diajarkan kepada teman-temannya. Selanjutnya, pada tahun 1935 saat pemerintahan kolonial Belanda berganti, Hatta dan Sjahrir dipindahlokasikan ke Bandaneira. Di sanalah, Hatta dan Sjahrir mulai memberi pelajaran kepada anakanak setempat dalam bidang sejarah, politik, dan lainnya.
Pada tahun 1850, George Windsor Earl seorang etnolog Inggris mengusulkan istilah Indunesians dan preperensi Malayunesians untuk penduduk kepulauan Hindia atau Malayan Archipelago. Kemudian, seorang mahasiswa bernama Earl James Richardison Logan menggunakan Indonesia sebagai sinonim untuk Kepulauan Hindia. Namun, di kalangan akademik Belanda, di Hindia Timur enggan menggunakan Indonesia. Sebaliknya, mereka menggunakan istilah Melayu Nusantara (Malaische Archipel). Sejak tahun 1900, nama Indonesia menjadi lebih umum di kalangan akademik di luar Belanda, dan golongan nasionalis Indonesia menggunakan nama Indonesia untuk ekspresi politiknya. Adolf Bastian dari Universitas Berlin memopulerkan nama Indonesia melalui bukunya Indonesien oderdie inseln des malayischen arcipels (1884-1894). Kemudian, sarjana bahasa Indonesia pertama yang menggunakan nama Indonesia adalah Suwardi Suryaningrat (Ki Hajar Dewantara) ketika ia mendirikan kantor berita di Belanda dengan nama Indonesisch Pers-Bureau di tahun 1913.
Mengenai sejarah Nusantara ini, Bung Karno pernah menyampaikan bahwa:
Kita hanya dua kali mengalami nationale staat, yaitu di zaman Sriwijaya dan di zaman Majapahit... nationale staat hanya Indonesia seluruhnya, yang telah berdiri di zaman Sriwijaya dan Majapahit dan yang kini pula kita harus dirikan bersama-sama.” (Pidato ”Lahirnya Pacasila” yang disampaikan Bung Karno di depan Dokuritsu Junbi Tyoosakai pada 1 Juni 1945).
Kerajaan Majapahit merupakan cikal bakal negara Indonesia. Majapahit yang keberadaannya sekitar abad XIII sampai abad XV adalah kerajaan besar yang sangat berjaya, terlebih pada masa pemerintahan Mahapatih Gajah Mada yang wafat di sekitar 1360-an. Gajah Mada adalah Mahapatih Majapahit yang sangat disegani, dialah yang berhasil menyatukan Nusantara yang terkenal dengan ”Sumpah Palapa” (sumpah yang menyatakan tidak akan pernah beristirahat atau berhenti berpuasa sebelum Nusantara bersatu).
Sumpah Palapa yang dinyatakan Gajah Mada merupakan bukti semangat yang kuat untuk menggapai cita-cita pribadi maupun cita-cita Kerajaan Majapahit untuk mempersatukan Nusantara.
Semangat mengandung arti tekad dan dorongan hati yang kuat untuk menggapai keinginan atau hasrat tertentu.
Komitmen adalah sikap dan perilaku yang ditandai oleh rasa memiliki, memberikan perhatian, serta melakukan usaha untuk mewujudkan harapan dan cita-cita dengan sungguh-sungguh.
Pengertian semangat  kebangsaan adalah suatu keadaan yang menunjukkan adanya kesadaran untuk menyerahkan kesetiaan tertinggi dari setiap pribadi kepada Negara/bangsa
Makna semangat kebangsaan  yang identik dengan konsep nasionalisme dan patriotisme. Nasionalisme adalah suatu paham yang menganggap bahwa kesetiaan tertinggi atas setiap pribadi wajib diserahkan kepada negara kebangsaan atau nation state. Sedangkan Patriotisme berarti ‘semangat cinta tanah air atau sikap seseorang yang bersedia mengorbankan segala-galanya untuk mempertahankan bangsanya’.
Seseorang yang memiliki komitmen terhadap bangsa adalah orang yang akan mendahulukan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi dan golongan.
Salah satu semangat yang dimiliki para pejuang kemerdekaan dan paea pendiri negara adalah semangat mendahulukan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi ataupun golongan.

B.    Bentuk-bentuk semangat dan komitmen kebangsaan yang ditunjukan pendiri negara
Nilai-nilai yang terdapat dalam Pancasila, Proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945 dan UUD 1945 merupakan nilai dasar dari Jiwa dan Semangat 45. Nilai-nilai yang lahir dan berkembang dalam perjuangan bangsa Indonesia merupakan daya dorong mental spiritual yang kuat untuk mencapai Tujuan Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945.
Jiwa, semangat, dan nilai-nilai kejuangan bangsa Indonesia tidak lahir seketika, tetapi merupakan proses perkembangan sejarah dari zaman ke zaman. Artinya, bahwa embrio nilai itu sudah ada dari zaman kerajaan, hanya belum muncul dan dirumuskan. Barulah tercapainya titik kulminasi atau titik puncak pada tahun 1945 nilai-nilai itu disepakati sebagai dasar/landasan/kekuatan dan daya dorong bagi para pendiri Republik Indonesia.
Untuk memperoleh gambaran tentang nilai-nilai 45 yang berkembang pada setiap zamannya, diadakan periodisasi sebagai berikut.
1) Periode I: Masa sebelum Pergerakan Nasional
Sejak dahulu, Nusantara dimiliki oleh kerajaan yang merdeka dan berdaulat. Kehidupan dalam kerajaan juga diisi oleh kerukunan dan kedamaian antara  pemeluk agama, baik Hindu, Buddha, Islam, Katolik, Kristen, Konghucu dan Penganut Kepercayaan. Pada waktu itu, sudah mulai timbul jiwa, semangat, dan nilai-nilai kejuangan, yaitu kesadaran harga diri, jiwa merdeka, ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan kerukunan hidup umat beragama serta kepeloporan dan keberanian.
Pada masa ini perjuangan bangsa Indonesia untuk membela tanah air atau jiwa patriotisme sebelum kebangkitan nasional, masih bersifat kedaerahan, tergantung pada pemimpin, belum terorganisir dan tujuan perjuangan belum jelas.

2) Periode II: Masa Pergerakan Nasional
Sebelum perjuangan di masa pergerakan nasional perjuangan masih bersifat kedaerahan. Perlawanan di wilayah Nusantara yang bersifat kedaerahan seperti dilakukan Sultan Hasanuddin (1633-1636), Kapitan Pattimura (1817), Pangeran Diponegoro (1825-1830), dan masih banyak lagi. Namun, perlawanan masih bersifat lokal dan tidak ada koordinasi sehingga mampu dipatahkan oleh Belanda.
Dalam masa pergerakan nasional jiwa merdeka makin menggelora. Rasa harga diri bangsa yang tidak mau dijajah menggugah semangat mereka dan perlawanan seluruh masyarakat terhadap penjajah untuk berusaha merebut kembali kedaulatan dan kehormatan bangsa. Timbullah jiwa, semangat, dan nilai-nilai kejuangan, nilai harkat dan martabat manusia, jiwa dan semangat kepahlawanan, kesadaran antipenjajah/penjajahan, kesadaran persatuan dan kesatuan perjuangan.
Tahap awal perjuangan nasional ditandai dengan lahirnya Budi Utomo (1908), Serikat Dagang Islam/Serikat Islam (1912). Pada Tahun 1928, terjadilah Sumpah Pemuda yang merupakan manifestasi tekad dan keinginan bangsa Indonesia dalam menemukan dan menentukan identitas, rasa harga diri sebagai bangsa, rasa solidaritas menuju persatuan dan kesatuan bangsa lalu menjurus pada kemerdekaan dan kedaulatan bangsa. Jepang menjajah Indonesia tahun 1942-1945. Akibat penjajahan Jepang, rakyat Indonesia mengalami penderitaan. Namun, penggemblengan pemuda dapat menimbulkan semangat yang kukuh dan memupuk militansi yang tinggi untuk merdeka. Penggemblengan oleh Jepang menimbulkan hikmah dan manfaat untuk merebut kemerdekaan. Tahap perjuangan antara kebangkitan nasional dan akhir masa penjajahan Jepang merupakan persiapan kemerdekaan. Jiwa, semangat, dan nilai-nilai kejuangan makin menggelora.
Pada masa ini perjuangan bangsa Indoensia tidak lagi bersifat kedaerahan, tapi bersifat nasional. Perjuangan dilakukan dengan cara organisasi modern, dimana sejak berdirinya Budi Utomo merupakan titik awal kesadaran nasionalisme. Masa ini disebut angkatan perintis, sebab disamping merintis kesadaran nasional juga merintis berdirinya organisasi.

3) Periode III: Masa Proklamasi dan Perang Kemerdekaan
Pada tanggal 17 Agustus 1945, bangsa Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya. Lahirnya negara Republik Indonesia tidak diterima pihak Belanda. Belanda ingin menjajah kembali. Mulailah bangsa Indonesia melakukan
perjuangan dalam segala bidang. Bangsa Indonesia mencintai perdamaian tetapi lebih mencintai kemerdekaan. Oleh karenanya, bangsa Indonesia berjuang dengan mengangkat senjata, berjuang dalam bidang politik dan melakukan diplomasi.
Perjuangan mempertahankan kemerdekaan melahirkan nilai-nilai operasional yang memperkuat jiwa, semangat, dan nilai-nilai kejuangan, terutama rasa harga diri sebagai bangsa yang merdeka, semangat untuk berkorban demi tanah air, bangsa dan negara. Perjuangan bangsa Indonesia sampai ke periode ketiga ini diberi nama sebagai Jiwa, Semangat, dan nilai-nilai 45.
Proklamasi kemerdekaan merupakan titik kulminasi (puncak) perjuangan bangsa Indoensia, juga merupakan  wujud perjuangan yan gberdasarkan persatuan Indonesia. Oleh karena itu, semangat kebangsaan, semangat persatuan dan kesatuan bangsa yang mengantarkan Indoensis mencapai tonggak sejarah yang paling fundamental harus kita jaga dan kita pertahankan. Proklamasi kemerdekaan merupakan jembatan emas yan gakan mengantarkan bangsa Indoensia menuju cita-cita nasional yaitu masyarakat yang merdeka, berdaulat, adil dan makmur

4) Periode IV: Masa Perjuangan Mengisi Kemerdekaan.
Perjuangan masa ini tidak terbatas waktu karena perjuangan bermaksud mencapai tujuan akhir nasional seperti yang tercantum dalam UUD 1945. Dalam periode ini, jiwa, semangat, dan nilai-nilai kejuangan yang berkembang sebelumnya tetap lestari, yaitu nilai-nilai dasar yang terdapat pada Pancasila, Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945. Nilai yang mengalami perubahan adalah nilai operasional. Dalam masa perjuangan mengisi kemerdekaan, kemungkinan nilai-nilai semangat juang akan bertambah. Secara kualitatif, kemungkinan akan mengalami perubahan-perubahan sesuai dinamika dan kreativitas dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Pada saat ini, tantangan kehidupan berbangsa dan bernegara tidaklah kecil. Tantangan menjaga keutuhan dan kejayaan bangsa dapat datang dari dalam dan luar negeri. Malas, korupsi, pemberontakan, dan krisis ekonomi merupakan tantangan yang berasal dari dalam dan harus dihadapi oleh seluruh anggota masyarakat.
Penjajahan secara fisik pada saat ini kemungkinannya sangat kecil terjadi, tetapi ancaman dari luar yang bersifat nonfisik seperti gaya hidup, datangnya ajaran yang tidak sesuai dengan Pancasila janganlah dianggap sebelah mata.
Untuk menghadapi semua tantangan tersebut, jiwa dan semangat 45 patut kiranya
untuk tetap dipertahankan. Semangat 45 adalah dorongan dan manifestasi dinamis
dari jiwa 45 yang membangkitkan kemauan untuk berjuang merebut kemerdekaan
bangsa, menegakkan kedaulatan rakyat serta mengisi dan mempertahankannya. Nilai-nilai yang terdapat dalam Pancasila, Proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945 dan UUD 1945 merupakan nilai dasar dari jiwa dan semangat 45.
Nilai-nilai 45 lahir dan berkembang dalam perjuangan bangsa Indonesia dan merupakan daya dorong mental spiritual yang kuat untuk mencapai kemerdekaan. Tujuan Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 adalah sebagai berikut.
1. Ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa
2. Jiwa dan semangat merdeka
3. Nasionalisme
4. Patriotisme
5. Rasa harga diri sebagai bangsa yang merdeka
6. Pantang mundur dan tidak kenal menyerah
7. Persatuan dan kesatuan
8. Anti penjajah dan penjajahan
9. Percaya kepada diri sendiri dan atau percaya kepada kekuatan dan kemampuan sendiri
10. Percaya kepada hari depan yang gemilang dari bangsanya
11. Idealisme kejuangan yang tinggi
12. Berani, rela dan ikhlas berkorban untuk tanah air, bangsa, dan negara
13. Kepahlawanan
14. Sepi ing pamrih rame ing gawe
15. Kesetiakawanan, senasib sepenanggungan, dan kebersamaan
16. Disiplin yang tinggi
17. Ulet dan tabah menghadapi segala macam ancaman, tantangan, hambatan, dan
gangguan

C.   Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai Satu Kesatuan
Jiwa dan semangat para pendiri negara yang dioperasionalkan dalam jiwa dan semangat 45 dimaksudkan untuk menjaga tetap tegaknya negara kesatuan Republik Indonesia. Pasal 1 ayat (1) UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 menyatakan ”Negara Indonesia ialah Negara Kesatuan, yang berbentuk Republik” dan Pasal 37 ayat (5) menegaskan ”Khusus mengenai bentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia tidak dapat dilakukan perubahan”.
Majelis Permusyawaratan Rakyat telah membuat ketetapan bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia tidak boleh diganggu gugat. Bentuk negara kesatuan bagi Indonesia sudah dianggap final. Bagaimana bentuk kesatuan Indonesia, dapat diawali dengan pemahaman bahwa walaupun bangsa Indonesia terdiri atas berbagai suku, bangsa Indonesia adalah satu kesatuan.
Menurut data Badan Pusat Statistik yang dilaksanakan pada tahun 2010, di Indonesia terdapat 1.128 suku bangsa. Kesatuan itu dapat dipandang dari 4 segi, yaitu politik, pertahanan keamanan, ekonomi, dan sosial budaya.
1. Indonesia sebagai Satu Kesatuan Politik
Sebagai satu kesatuan politik, Negara Kesatuan Republik Indonesia meletakkan Pancasila sebagai dasar dan falsafah serta ideologi bangsa dan negara, melandasi, membimbing, dan mengarahkan bangsa menuju tujuan nasional negara. Pancasila adalah dasar Indonesia yang tidak boleh di ganggu gugat oleh siapa pun, baik itu dari luar Indonesia maupun dari dalam, yaitu rakyat Indonesia itu sendiri. Secara psikologis, bangsa Indonesia harus merasa bahwa mereka adalah senasib, sepenanggungan, sebangsa, dan setanah air, serta satu dalam tekad untuk mencapai cita-cita bangsa. Seluruh kepulauan Nusantara ini merupakan satu kesatuan hukum.
2. Indonesia sebagai Satu Kesatuan Wilayah
Seluruh wilayah Indonesia dengan segala isi dan kekayaan yang terkandung di dalamnya merupakan satu kesatuan wilayah, wadah, ruang hidup dan kesatuan yang mutlak bagi seluruh bangsa Indonesia. Ini menjadi modal dan milik bersama bangsa. Indonesia yang juga terdiri atas berbagai macam suku dan berbicara dalam berbagai bahasa daerah, memeluk dan meyakini berbagai agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa haruslah merupakan satu kesatuan bangsa yang bulat dalam arti yang seluas-luasnya. Meski pun berbeda, Indonesia tetaplah satu.
3. Indonesia sebagai Satu Kesatuan Pertahanan dan Keamanan
Setiap warga negara memiliki hak dan kewajiban yang sama dalam rangka bela negara dan bangsa. Setiap ancaman terhadap suatu pulau atau suatu daerah pada hakikatnya merupakan ancaman terhadap seluruh bangsa Indonesia.
4. Indonesia sebagai Satu Kesatuan Ekonomi
Kekayaan wilayah Nusantara baik itu yang berupa potensial maupun efektif adalah modal dan milik bersama bangsa. Keperluan hidup sehari-hari harus tersedia merata di seluruh wilayah tanah air. Tak ada alasan untuk lebih mementingkan daerah A dan menelantarkan daerah yang lain. Atau, bahkan menguras atau mengeruk kekayaan daerah B untuk kepentingan daerah yang lain. Tingkat perkembangan ekonomi harus merata dan seimbang di seluruh daerah, tanpa meninggalkan ciri-ciri khas yang dimiliki oleh daerah-daerah dalam pengembangan kehidupan ekonominya.
5. Indonesia sebagai Satu Kesatuan Sosial dan budaya
Masyarakat Indonesia seluruhnya adalah satu. Perkehidupan bangsa harus merupakan kehidupan yang serasi dengan terdapatnya tingkat kemajuan masyarakat yang sama, merata dan seimbang serta adanya keselarasan kehidupan yang sesuai dengan kemajuan bangsa. Budaya Indonesia pada hakikatnya adalah satu, sedangkan keragaman yang ada di alamnya menggambarkan kekayaan budaya bangsa yang menjadi modal dan landasan pengembangan budaya nasional. Khusus mengenai wilayah Indonesia, sejarah mencatat pada 13 Desember 1957, pemerintah Indonesia mengeluarkan Deklarasi Djuanda. Deklarasi itu menyatakan:
Bahwa segala perairan di sekitar, di antara, dan yang menghubungkan pulau-pulau yang termasuk dalam daratan Republik Indonesia, dengan tidak memandang luas ataulebarnya, adalah bagian yang wajar dari wilayah daratan Negara Republik Indonesia dan dengan demikian merupakan bagian daripada perairan pedalaman atau perairan nasional yang berada di bawah kedaulatan Negara Republik Indonesia. Penentuan batas laut 12 mil yang diukur dari garis-garis yang menghubungkan titik terluar pada pulau-pulau Negara Republik Indonesia akan ditentukan dengan Undang-Undang.”
Sebelumnya, pengakuan masyarakat internasional mengenai batas laut territorial hanya sepanjang 3 mil laut terhitung dari garis pantai pasang surut terendah. Deklarasi Juanda menegaskan bahwa Indonesia merupakan satu kesatuan wilayah
Nusantara. Laut bukan lagi sebagai pemisah, tetapi sebagai pemersatu bangsa Indonesia.
Berdasarkan Deklarasi Juanda, Indonesia menganut konsep negara kepulauan yang berciri Nusantara (archipelagic state). Konsep itu kemudian diakui dalam Konvensi Hukum Laut PBB 1982 (UNCLOS 1982 = United Nations Convention on the Law of the Sea) yang ditandatangani di Montego Bay, Jamaika, tahun 1982. Indonesia kemudian meratifikasi UNCLOS 1982 tersebut dengan menerbitkan Undang- Undang Nomor 17 Tahun 1985. Sejak itu, dunia internasional mengakui Indonesia sebagai negara kepulauan. Berkat pandangan visioner dalam Deklarasi Djuanda, bangsa Indonesia akhirnya memiliki tambahan wilayah seluas 2.000.000 km2, termasuk sumber daya alam yang dikandungnya.

D.   Perwujudan Perilaku Semangat dan Komitmen Kebangsaan dalam Kehidupan
Permasalahan bangsa ke depan semakin komplek baik dari ideologi, sosial, ekonomi dan pertahanan keamanan. Tantangan yang semakin besar, menuntut seluruh komponen anak bangsa bersatu, bahu membahu untuk mengejar ketertinggalan dengan bangsa lain di dunia. Setiap jiwa yang lahir di bumi pertiwi harus mempunyai peranan untuk ikut berkontribusi memajukan bangsa sesuai dengan jabatan dan kompetensinya.

Bagaimana agar keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia tetap terjaga? Salah satu caranya adalah kita sebagai warga negara berpartisipasi dalam upaya menjaga keutuhan wilayah dan bangsa Indonesia. Berpartisipasi artinya turut serta atau terlibat dalam kegiatan-kegiatan yang dapat menjaga keutuhan wilayah dan bangsa Indonesia. Untuk turut menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia, diperlukan sikap-sikap berikut.
1) Cinta Tanah Air
Sebagai warga negara Indonesia, kita wajib mempunyai rasa cinta terhadap tanah air. Cinta tanah air dan bangsa dapat diwujudkan dalam berbagai hal, antara lain sebagai berikut.
•   Menjaga keamanan wilayah negaranya dari ancaman yang datang dari luar maupun dari dalam negeri.
• Menjaga kelestarian lingkungan dan mencegah terjadinya pencemaran lingkungan.
•   Mengolah kekayaan alam dengan menjaga ekosistem guna meningkatkan kesejahteraan rakyat.
•   Rajin belajar guna menguasai ilmu pengetahuan dari berbagai disiplin untuk diabdikan kepada negara.
2) Membina Persatuan dan Kesatuan
Pembinaan persatuan dan kesatuan harus dilakukan di mana pun kita berada: di lingkungan keluarga, sekolah, masyarakat, bangsa, dan negara. Tindakan yang menunjukkan usaha membina persatuan dan kesatuan, antara lain sebagai berikut.
•   Menghormati antarsesama manusia.
•   Tidak membeda-bedakan manusia.
•   Menjalin persahabatan antarsuku bangsa.
•   Mempelajari budaya sendiri dan memahami budaya daerah lain.
•   Memperluas pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa.
•   Mengerti dan merasakan kesedihan dan penderitaan orang lain.
3) Rela Berkorban
Sikap rela berkorban adalah sikap yang mencerminkan adanya kesediaan dan keikhlasan memberikan sesuatu yang dimiliki untuk orang lain, walaupun akan menimbulkan penderitaan bagi diri sendiri. Kerelaan berkorban dalam menjaga keutuhan NKRI dapat dilakukan dengan hal-hal sebagai berikut.
•   Berkorban dengan tenaga atau dengan bekerja.
•   Berkorban dengan menyumbangkan pemikiran bagi keutuhan NKRI.
•   Berkorban untuk menahan diri tidak berbuat sesuatu yang merugikan bangsa dan negara.
•   Berkorban dengan harta yang dimiliki untuk kejayaan bangsa dan negara.
4) Pengetahuan Budaya dalam Mempertahankan NKRI
Era globalisasi yang ditandai dengan perkembangan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, komunikasi, dan informasi telah mendorong perubahan dalam aspek kehidupan manusia, baik pada tingkat individu, tingkat kelompok, maupun tingkat nasional. Untuk menghadapi era globalisasi agar dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin dan ditangkap secara tepat, kita memerlukan perencanaan yang matang di antaranya adalah sebagai berikut.
•   Kesiapan SDM, terutama kesiapan dengan pengetahuan yang dimiliki dan emampuannya.
•   Kesiapan sosial budaya untuk terciptanya suasana yang kompetitif dalam berbagai sektor kehidupan.
•   Kesiapan keamanan, baik stabilitas politik dalam negeri maupun luar negeri /regional.
•   Kesiapan perekonomian rakyat.
•   Di bidang pertahanan negara, kemajuan tersebut sangat memengaruhi pola dan bentuk ancaman.
Ancaman terhadap kedaulatan negara yang semula bersifat konvensional berkembang menjadi multidimensional (fisik dan nonfisik), baik berasal dari luar negeri maupun dari dalam negeri. Oleh karena itu, kebijakan strategis penggunaan kekuatan pertahanan diarahkan untuk menghadapi ancaman atau gangguan terhadap keamanan nasional. Kekuatan pertahanan tidak hanya digunakan untuk menghadapi ancaman, tetapi juga untuk membantu pemerintah dalam upaya pembangunan nasional dan tugas-tugas internasional.
5) Sikap dan Perilaku Menjaga Kesatuan NKRI
Berikut beberapa sikap dan perilaku mempertahankan NKRI.
•   Menjaga wilayah dan kekayaan tanah air Indonesia, artinya menjaga seluruh kekayaan alam yang terkandung di dalamnya.
•   Menciptakan ketahanan nasional, artinya setiap warga negara menjaga keutuhan, kedaulatan negara dan mempererat persatuan bangsa.
•   Menghormati perbedaan suku, budaya, agama dan warna kulit. Perbedaan yang ada akan menjadi indah jika terjadi kerukunan, bahkan menjadi sebuah kebanggaan karena merupakan salah satu kekayaan bangsa.
•   Mempertahankan kesamaan dan kebersamaan, yaitu kesamaan memiliki bangsa, bahasa persatuan, dan tanah air Indonesia, serta memiliki pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, dan Sang Saka Merah Putih. Kebersamaan dapat diwujudkan dalam bentuk mengamalkan nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945.
•   Memiliki semangat persatuan yang berwawasan Nusantara, yaitu semangat mewujudkan persatuan dan kesatuan di segenap aspek kehidupan sosial, baik alamiah maupun aspek sosial yang menyangkut kehidupan bermasyarakat. Wawasan nusantara meliputi kepentingan yang sama, tujuan yang sama, keadilan, solidaritas, kerja sama, kesetiakawanan terhadap ikrar bersama.
•   Menaati peraturan. Salah satu cara menjaga keutuhan Indonesia adalah dengan menaati peraturan. Peraturan dibuat untuk mengatur kehidupan berbangsa dan bernegara.Tujuannya agar Indonesia menjadi lebih baik. Melalui peraturan, Indonesia akan selamat dari kekacauan. Taat kepada undang-undang dan peraturan berlaku bagi seluruh rakyat Indonesia. Peraturan berlaku baik untuk presiden maupun rakyat biasa, baik tua maupun muda, baik yang kaya maupun yang miskin, baik laki-laki maupun perempuan.

Peran Tokoh Masyarakat akan pentingnya Semangat dan Komitmen Kebangsaan untuk memperkuat NKRI
Semangat kebangsaan dalam arti luas, dapat diterapkan di lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat sekiar dengan cara:
a)    Keteladanan
Keteladanan atau “teladan”, merupakan sikap dan perilaku yang patut dicontoh atau ditiru karena perkataan dan perbuatannya. Keterladanan dapat diberikan diberbagai lingkungan seperti rumah (keluarga), sekolah, instansi pemerintahan dan swasta, dan masyarakat luas. Keteladanan bisa dimulai dari hal – hal terkecil, dan dari diri sendiri. contohnya: bekerja keras dan disiplin dalam mengerjakan prestasi, mebayar pajak tepat waktu, mematuhi tata tertib berlalu lintas, mau melakukan kerja bakti/gotong royong membersihkan lingkungan, tidak melakukan korupsi, dan lain – lain.
b)    Pewarisan
Pewarisan atau “warisan”, merupakan cara atau proses menurunkan, memberikan atau menyerahkan sesuatu kepada pihak lain. Pewarisan semangat kebangsaan adalah cara – cara menurunkan nilai – nilai, sikap, dan perilaku terpuji kepada generasi berikutnya (muda). Contoh: tulus ikhlas dalam membantu orang yang terkena musibah, berlaku jujur dan bertanggung jawab dalam mengemban amanah, terbiasa belajar dan bekerja tepat waktu, dan lain – lain.
c)    Ketokohan 
Ketokohan atau “tokoh”, merupakan sosok seseorang yang terkenal dan disegani karena pengaruhnya sangat besar di dalam masyarakat.
Dalam semangat kebangsaan, ketokohan perlu dijadikan sandaran pedoman (referensi) guna memberikan motivasi dan semangat bagi generasi muda. Contoh: berupaya selalu mengambil inisiatif dalam hal-hal kebaikan (kerja bakti, membantu sesame, dan belajar), tidak cepat puas dalam suatu prestasi, ingin selalu memberikan terbaik, rajin cepat dalam suatu prestasi, ingin selalu memberikan yang terbaik, rajin membantu atau sedekah kepada orang lain yang membutuhkan, dan sebagainya.
Sikap positif terhadap semangat kebangsaan mengadung arti sikap positif terhadap nasionalisme dan patriotisme.
Berikut ini contoh upaya menumbuh kembangkan  sikap positif terhadap nasionalisme dan patriotisme.
1. Menumbuhkan sikap positif terhadap semangat kebangsaan di lingkungan keluarga
Contoh upaya menumbuhkan Sikap positif terhadap semangat kebangsaan di lingkungan keluarga, antara lain
1)    memberikan pendidikan sejak dini tentang sikap nasionalisme dan patriotism terhadap bangsa Indonesia.
2)    setiap anggota keluarga dapat memberikan contoh atau tauladan tentang rasa kecintaan dan penghormatan pada bangsa.
3)   orang tua selalu memberikan pengawasan terhadap pergaulan anaknya agar terhindari dari kenakalan remaja dan bahaya narkoba.
4)    membiasakan menanamkan nilai demokratis melalui musyawarah keluarga
5)    selalu menggunakan produk dalam negeri, dll.

2. Menumbuhkan sikap positif terhadap semangat kebangsaan di lingkungan sekolah
Contoh upaya menumbuhkan Sikap positif terhadap semangat kebangsaan di lingkungan keluarga, antara lain
1)    memberikan pelajaran tentang pendidikan pancasila dan kewarganegaraan dan juga bela Negara.
2)    menanamkan sikap cinta tanah air dan menghormati jasa pahlawan dengan mengadakan upacara setiap hari senin dan upacara hari besar nasional.
3)    memberikan pendidikan moral, sehingga para pemuda tidak mudah menyerap hal-hal negatif yang dapat mengancam ketahanan nasional.
4)    Membiasakan hidup bersih, disiplin dan taat aturan melalui pelaksanaan tata tertib sekolah
5)    melatih untuk aktif berorganisasi, dll

3. Menumbuhkan sikap positif terhadap semangat kebangsaan di lingkungan Masyarakat, Bangsa dan Negara
Contoh upaya menumbuhkan sikap positif terhadap semangat kebangsaan di lingkungan masyarakat, bangsa dan negara, antara lain
1)    Menggalakan berbagai kegiatan yang dapat meningkatkan rasa nasionalisme, seperti gotong royong, bakti sosial, pameran budaya,dan linnya.
2)    Mewajibkan pemakaian batik kepada pegawai negeri sipil pada hari tertentu. Hal ini dilakukan karena batik merupakan sebuah kebudayaan asli Indonesia, yang diharapkan dengan kebijakan tersebut dapat meningkatkan rasa nasionalisme dan patrotisme bangsa.
3)    Tokoh masyarakat, pejabat pemerintah, pejabat  negara dan anggota dewan Para pejabat harus lebih mendengarkan dan menghargai aspirasi rakyat, serta lebih mementingkan kepentingan rakyat.



b. Materi Pengayaan.
Meteri pengayaan yang diberikan kepada peserta didik yang telah menguasai materi pembelajaran, yaitu materi Bab 6.  Pada Bab ini Peserta didik diberikan bahan bacaan yang relevan dengan materi seperti semangat dan komitmen kebangsaan untuk memperkuat Negara Kesatuan Republik Indonesia..

c. Materi Remidial .
Kegiatan remedial yang diberikan kepada peserta didik yang belum menguasai materi pelajaran dan belum mencapai kompetensi yang telah ditentukan. Bentuk yang dilakukan antara lain peserta didik secara terencana mempelajari buku teks PPKn Kelas VIII pada Bab 6 kompetensi yang belum dikuasainya, dan kemudian mengadakan uji kompetensi kembali pada materi yang belum dikuasai peserta didik yang bersangkutan, materinya pelajaran  seperti :  
1.  Semangat dan komitmen Kebangsaan yang ditunjukan Pendiri Negara
2.  Bentuk-bentuk semangat dan komitmen kebangsaan yang ditunjukan pendiri negara
3.  Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai Satu Kesatuan
4.  Mewujudkan perilaku semangat dan Komitmen Kebangsaan dalam Kehidupan

E.   METODE PEMBELAJARAN
Pendekatan       :    Scientific
Model                :    Pertemuan 1      :    Discovery Learning
Pertemuan 2      :    Discovery Learning
Pertemuan 3      :    Problem Based Learning
Pertemuan 4      :    Discovery Learning
Pertemuan 5      :    Inquiry learning
Pertemuan 6      :    Inquiry learning
Metode              :    Diskusi, penugasan, ceramah, tanya jawab  

F. MEDIA
   1.  Media
Gambar semangat kebangsaan
 





Gambar peta Indonesia
 






Gambar tokoh pejuang kemerdekaan
 





Powerpoint  tentang semangat kebangsaan
Video tentang semangat kebangsaan

   2. Alat dan bahan
·       LCD
·       Laptop
·       Alat tulis

 G. SUMBER PEMBELAJARAN
·         Kementerian pendidikan dan kebudayaan RI. 2016 Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan kelas VII Revisi. Jakarta : Kementerian Pendidikan dan kebudayaan RI. Halaman 127 - 148
·           Kementerian pendidikan dan kebudayaan RI. 2016. Buku Guru Pendidikan Pancasila dan  Kewarganegaraan. Jakarta :  Kementerian Pendidikan dan kebudayaan RI, halaman  221 - 244
·         Internet (https://komunitasgurupkn.blogspot.com, http://presidenri.go.id) 
·         Koran dan Majalah yang relevan dengan pembelajaran

H.   LANGKAH-LANGKAH KEGIATAN PEMBELAJARAN
Pertemuan 1
Kegiatan
Deskripsi Kegiatan
Pendahuluan
(10 menit)
a. Guru mempersiapkan secara fisik dan psikis peserta didik untuk mengikuti pembelajaran dengan melakukan berdoa, mengecek kehadiran siswa, kebersihan dan kerapian kelas, kesiapan buku tulis dan sumber belajar.
b. Guru memberi motivasi dengan membimbing peserta didik menyanyikan lagu nasional yang membangkitkan rasa kecintaan terhadap tanah air.
c. Guru melakukan apersepsi melalui tanya jawab atau problem solving mengenai Semangat dan Komitmen Kebangsaan Pendiri Negara, juga melalui pengamatan gambar.
d. Guru menyampaikan kompetensi dasar dan tujuan pembelajaran yang akan dicapai.
Keg. Inti
(90menit)
Stimulation
(stimulasi/
pemberian
rangsangan
a. Guru membagi peserta didik dalam menjadi beberapa kelompok beranggotakan 4 orang.
b. Guru meminta tiap kelompok untuk mengamati sebuah wacana pidato para pendiri negara dari buku teks kelas VIII (hal 128).
c. Guru meminta siswa untuk mencatatkan situasi pada wacana dengan mengasumsikan apa yang menjadi isi dari wacana.
d. Guru menanamkan nilai keterampilan gagasan siswa dengan mengarahkan pada suasana pembentukan UUD oleh para pendiri negara.
Problem
statement
(pertanyaan/
identifikasi
masalah)
a. Guru dapat membimbing peserta didik merumuskan beberapa pertanyaan yang berkenaan Semangat dan Komitmen Kebangsaan Pendiri Negara.
b. Pertanyaan dapat diarahkan pada persoalan-persoalan, seperti:
• Isi Pidato para Pendiri negara,
• Nilai dan moral dalam pidato tersebut,
• Ketokohan para penyampai gagasan Indonesia merdeka.
c. Guru meminta peserta didik secara kelompok mencatat pertanyaan yang ingin diketahui, dan mendorong peserta didik untuk terus menggali rasa ingin tahu dengan pertanyaan secara mendalam tentang sesuatu.
Data Collection
(pengumpulan
data) dengan
menggunakan
model Kajian
Dokumen
Historis
a. Guru membimbing peserta didik untuk mencari informasi dan mendiskusikan jawaban atas pertanyaan yang sudah disusun dengan membaca uraian materi di Buku PPKn Kelas VIII Bab 6 bagian A, mencari melalui sumber belajar lain seperti buku referensi lain dan internet tentang sejarah perumusan UUD tahun 1945.
b. Peran guru dalam langkah tahap ini adalah:
1) Menyediakan berbagai sumber belajar seperti Buku PPKn Kelas VIII dan buku referensi lain.
2) Guru menjadi sumber belajar bagi peserta didik dengan memberikan konfirmasi atas jawaban peserta didik, atau menjelaskan jawaban pertanyaan kelompok.
3) Guru dapat juga menunjukkan buku atau sumber belajar lain yang dapat dijadikan referensi untuk menjawab pertanyaan.
c. Guru membimbing Peserta didik dan memfasilitasi pengetahuan, untuk mencari/menggunakan dokumen historis ke-indonesiaan sebagai wahana pemahaman konteks lahirnyasuatu gagasan/ketentuan/peristiwa sejarah, dan sebagainya menumbuhkan kesadaran akan masa lalu terkait masa kini.
Data processing
(pengolahan
data)
a. Guru membimbing peserta didik untuk mendiskusikan hubungan atas berbagai informasi yang sudah diperoleh sebelumnya dengan berkelompok mengisi tabel 6.2 (hal 136).
b. Guru membimbing peserta didik secara kelompok untuk menyimpulkan tentang Semangat dan Komitmen Kebangsaan Pendiri Negara.
Verification
(Pembuktian)
melalui model
penyajian/
presentasi
gagasan
a. Guru menjelaskan dan membimbing tugas kelompok untuk menyusun laporan hasil telaah Semangat dan Komitmen Kebangsaan Pendiri Negara. Laporan dapat berupa displai, bahan tayang, maupun dalam bentuk kertas lembaran.
b. Guru menjelaskan tata cara penyajian kelompok dengan tata aturan penyajian yang baik, bagi penyaji. Begitu pula pada seluruh peserta diskusi menanamkan nilai demokratis dan saling menghargai dalam mengungkapkan argumen.
Penutup
20 menit
a. Guru membimbing peserta didik menyimpulkan materi pembelajaran melalui tanya jawab secara klasikal.
b. Guru melakukan refleksi dengan peserta didik atas manfaat proses pembelajaran yang telah dilakukan dan menentukan tindakan yang akan dilakukan berkaitan dengan Semangat dan Komitmen Kebangsaan Pendiri Negara, dengan meminta peserta didik menjawab pertanyaan berikut:
•  Apa manfaat yang diperoleh dari mempelajari Semangat dan Komitmen Kebangsaan Pendiri Negara bagi kalian?
•  Apa sikap yang kalian peroleh dari proses pembelajaran yang telah dilakukan?
•  Apa manfaat yang diperoleh melalui proses pembelajaran yang telah dilakukan?
•  Apa rencana tindak lanjut yang akan kalian lakukan?
•  Apa sikap yang perlu dilakukan selanjutnya?
c. Guru memberikan umpan balik atas proses pembelajaran dan hasil laporan individu.
d. Guru menjelaskan rencana kegiatan pertemuan berikutnya akan mempelajari Bentuk-bentuk Semangat dan komitmen Kebangsaan yang Ditunjukkan Pendiri Negara.
               
Pertemuan 2
Kegiatan
Deskripsi Kegiatan
Pendahuluan
(10 menit)
a. Guru mempersiapkan secara fisik dan psikis peserta didik untuk mengikuti pembelajaran dengan melakukan berdoa, mengecek kehadiran siswa, kebersihan dan kerapian kelas, kesiapan buku tulis dan sumber belajar.
b. Guru memberi motivasi dengan membimbing peserta didik menyanyikan lagu nasional yang membangkitkan rasa kecintaan terhadap tanah air
c. Guru melakukan apersepsi melalui tanya jawab mengenai materi Bentuk-bentuk Semangat dan komitmen Kebangsaan yang Ditunjukkan Pendiri Negara.
d. Guru menyampaikan kompetensi dasar dan tujuan pembelajaran yang akan dicapai.
e. Guru menjelaskan materi ajar dan kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan peserta didik.
Keg. Inti
(90menit)
Stimulation
(stimulasi/
pemberian
rangsangan
a. Guru meminta peserta didik untuk mengkaji materi Bentuk-bentuk Semangat dan komitmen Kebangsaan yang Ditunjukkan Pendiri Negara.
b. Peserta didik diminta untuk mencatatkan berbagai informasi yang telah dipahaminya tentang Bentuk-bentuk Semangat dan komitmen Kebangsaan yang Ditunjukkan Pendiri Negara.
Problem statement
(pertanyaan/
identifikasi
masalah)
a. Guru membimbing peserta didik secara kelompok untuk mengidentifikasi pertanyaan dari wacana yang berkaitan dengan Bentuk-bentuk Semangat dan komitmen Kebangsaan yang Ditunjukkan Pendiri Negara.
b.  Guru dapat membimbing peserta didik menyusun pertanyaan seperti:
• Bagaimana bentuk semangat komitmen kebangsaan pada masa sebelum pergerakan nasional?
• Bagaimana bentuk semangat komitmen kebangsaan pada masa sebelum pergerakan nasional? dan seterusnya.
Data Collection
(pengumpulan data)
a. Guru membimbing peserta didik untuk mencari informasi dan mendiskusikan jawaban atas pertanyaan yang sudah disusun dengan membaca uraian materi di Buku PPKn Kelas VIII Bab 6 bagian B.
b.  Peran guru dalam langkah tahap ini adalah:
1) Menyediakan berbagai sumber belajar seperti Buku PPKn Kelas VIII dan buku referensi lain.
2) Guru menjadi sumber belajar bagi peserta didik dengan memberikan konfirmasi atas jawaban peserta didik, atau menjelaskan jawaban pertanyaan kelompok.
c.  Guru dapat juga menunjukkan buku atau sumber belajar lain yang dapat dijadikan referensi untuk menjawab pertanyaan.
Data processing
(pengolahan data)
melalui
a. Guru membimbing peserta didik untuk mendiskusikan hubungan atas berbagai informasi yang sudah diperoleh sebelumnya dikaitkan dengan tugas di Aktivitas 6.2 (hal 139).
b. Guru membimbing peserta didik secara kelompok untuk menyimpulkan tentang Bentuk-bentuk Semangat dan komitmen Kebangsaan yang Ditunjukkan Pendiri Negara.
Verification
(Pembuktian)
melalui model
bermain peran/
simulasi
a. Guru menjelaskan dan membimbing tugas kelompok untuk menyusun laporan klarifikasi nilai bentuk semangat dan komitmen kebangsaan yang terjadi saat ini. Laporan dapat berupa displai, bahan tayang, maupun dalam bentuk kertas lembaran.
b. Peserta didik difasilitasi menyampaikan hasil kajian nilai yang telah dilakukan dan mempresentasikannya di depan kelas.
Penutup
20 menit
a. Guru membimbing peserta didik menyimpulkan materi pembelajaran melalui tanya jawab secara klasikal.
b. Guru melakukan refleksi dengan peserta didik atas manfaat proses pembelajaran yang telah dilakukan dan menentukan tindakan yang akan dilakukan berkaitan dengan Bentuk-Bentuk Semangat dan komitmen Kebangsaan yang Ditunjukkan Pendiri Negara, dengan meminta peserta didik menjawab pertanyaan berikut,
• Apa manfaat yang diperoleh dari mempelajari Bentuk-Bentuk Semangat dan komitmen Kebangsaan yang Ditunjukkan Pendiri Negara bagi kalian?
•  Apa sikap yang kalian peroleh dari proses pembelajaran yang telah dilakukan?
•  Apa manfaat yang diperoleh melalui proses pembelajaran yang telah dilakukan?
•  Apa rencana tindak lanjut yang akan kalian lakukan?
•  Apa sikap yang perlu dilakukan selanjutnya?
c. Guru menjelaskan rencana kegiatan pertemuan berikutnya dan memberi tugas mempelajari Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai Satu Kesatuan.
Pertemuan 3
Kegiatan
Deskripsi Kegiatan
Pendahuluan
(10 menit)
a. Guru mempersiapkan secara fisik dan psikis peserta didik untuk mengikuti pembelajaran dengan melakukan berdoa, mengecek kehadiran siswa, kebersihan dan kerapian kelas, kesiapan buku tulis dan sumber belajar.
b. Guru memberi motivasi dengan membimbing peserta didik menyanyikan lagu daerah yang membangun motivasi.
c. Guru menyampaikan kompetensi dasar dan tujuan pembelajaran yang akan dicapai.
d. Guru menjelaskan materi ajar tentang Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai Satu Kesatuan dan kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan peserta didik.
Keg. Inti
(90menit)
1. Orientasi peserta
didik pada
masalah.
a. Guru menjelaskan indikator pembelajaran kemudian memberikan konsep dasar, petunjuk atau referensi yang diperlukan dalam pembelajaran, yakni Nilai Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai Satu Kesatuan.
b. Melakukan brainstorming dimana peserta didik dihadapkan pada Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai Satu Kesatuan.
c.  Peserta didik menemukan berbagai masalah misalnya:
•   Apa yang maksud Negara Kesatuan Republik Indonesia?
•   Bagaimana pengertian satu kesatuan?
• Untuk apa kita mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai Satu Kesatuan?
2. Mengorganisasikan
peserta didik
melalui pelacakan
isu dalam media
massa.
a. Pada tahap ini guru membantu peserta didik mendefinisikan dan mengorganisasikan tugas belajar yang berhubungan dengan masalah Bagaimana Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai Satu Kesatuan berpengaruh terhadap kehidupan ketatanegaraan.
b. Peserta didik dikelompokkan secara heterogen, masing-masing mengkaji isu dalam media massa tentang Negara Kesatuan Republik  Indonesia sebagai Satu Kesatuan.c. Peserta didik mendiskusikan hal-hal yang harus dikerjakan dan konsep-konsep yang harus didiskusikan dan pertanyaan-pertanyaan yang harus dijawab untuk memecahkan masalah.
d.  Peserta didik mengumpulkan informasi dari berbagai media massa baik elektronik maupun cetak, yang kemudian dilaporkan berupa kliping.
3. Membimbing
penyelidikan
individu dan
kelompok
a. Siswa berdiskusi dalam kelompok mengumpulkan informasi untuk menciptakan dan membangun ide mereka sendiri dalam merumuskan masalah isu dalam media massa tentang Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai Satu Kesatuan.
b. Siswa mengidentifikasi alternatif solusi terkait masalah yang dirumuskan.
c. Laporan kliping tersebut diberi komentar berupa analisis dan tanggapan peserta didik.
4. Mengembangkan
dan menyajikan
hasil karya
a. Siswa menjawab pertanyaan yang diajukan dan menyajikannya dalam bentuk laporan tertulis.
b. Siswa mempresentasikan laporan pembahasan hasil temuan dan penarikan kesimpulan.
5. Menganalisis dan
mengevaluasi
proses
pemecahan
masalah
a. Siswa dibimbing guru melakukan analisis terhadap pemecahan masalah yang telah ditemukan siswa.
b. Bagaimana para peserta didik menganalisis isu Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai Satu Kesatuan yang ditemukannya dalam media massa dikaitkan dengan temuannya dalam UUD NRI tahun 1945.
Penutup
20 menit
a. Guru membimbing peserta didik menyimpulkan materi pembelajaran melalui tanya jawab secara klasikal.
b. Guru melakukan refleksi dengan peserta didik atas manfaat proses pembelajaran yang telah dilakukan dan menentukan tindakan yang akan dilakukan berkaitan dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai Satu Kesatuan, dengan meminta peserta didik menjawab pertanyaan berikut:
• Apa manfaat yang diperoleh dari mempelajari Negara Kesatuan Republik  Indonesia sebagai Satu Kesatuan bagi kalian?
• Apa sikap yang kalian peroleh dari proses pembelajaran yang telah dilakukan?
• Apa manfaat yang diperoleh melalui proses pembelajaran yang telah dilakukan?
• Apa rencana tindak lanjut yang akan kalian lakukan?
• Apa sikap yang perlu dilakukan selanjutnya?
c. Guru memberikan umpan balik atas proses pembelajaran dan hasil laporan individu.
d. Guru menjelaskan rencana kegiatan pertemuan berikutnya akan mempelajari Wilayah dan batas hukum nasional dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia.
               
Pertemuan 4
Kegiatan
Deskripsi Kegiatan
Pendahuluan
(10 menit)
a. Guru melakukan apersepsi melalui tanya jawab mengenai materi Mewujudkan Perilaku Semangat dan Komitmen Kebangsaan dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia.
b. Guru menyampaikan kompetensi dasar dan tujuan pembelajaran yang akan dicapai.
c. Guru menjelaskan materi ajar dan kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan peserta didik.
Keg. Inti
(90menit)
Stimulation
(stimulasi/
pemberian
rangsangan)
a. Guru meminta peserta didik untuk mengkaji materi amati Mewujudkan Perilaku Semangat dan Komitmen Kebangsaan dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia.
b. Peserta didik mengerjakan tugas Aktivitas 6.3 tentang wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.
c. Peserta didik yang lain diminta untuk menginterpretasikan isi wilayah dan batas hukum nasional dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia tersebut dalam contoh ketaatan dan pelanggarannya.
d. Peserta didik diminta untuk mencatatkan berbagai informasi yang telah dipahaminya tentang wilayah Indonesia sebelum dan setelah deklarasi Djuanda.
Problem
statement
(pertanyaan/
identifikasi
masalah)
a. Guru membimbing peserta didik secara kelompok untuk mengidentifikasi sikap sikap menjaga pertanyaan menjaga keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.
b.  Guru dapat membimbing peserta didik menyusun pertanyaan seperti:
•   Bagaimana batas wilayah Negara republic Indonesia?
•  Bagaimana sikap dan perilaku dan semangat kebangsaan dalam kehidupan?
Data Collection
(pengumpulan
data)
a. Guru membimbing peserta didik untuk mencari informasi dan mendiskusikan jawaban atas pertanyaan yang sudah disusun dengan membaca uraian materi di Buku PPKn Kelas VIII Bab 6 bagian D.
b. Peran guru dalam langkah tahap ini adalah:
1) Menyediakan berbagai sumber belajar seperti Buku PPKn Kelas VIII dan buku referensi lain.
2) Guru menjadi sumber belajar bagi peserta didik dengan memberikan konfirmasi atas jawaban peserta didik, atau menjelaskan jawaban pertanyaan kelompok.
c. Guru dapat juga menunjukkan buku atau sumber belajar lain yang dapat dijadikan referensi untuk menjawab pertanyaan.
Data processing
Pengolahan data)
melalui melalui
model debat pro
kontra.
a. Guru membimbing peserta didik untuk mendiskusikan hubungan atas berbagai informasi yang sudah diperoleh sebelumnya, seperti:
• Bagaimana bentuk perilaku cinta tanah air?
• Bagaimana membina persatuan dan kesatuan di sekolah?
• Bagaimana bentuk perilaku rela berkorban sebagai pelajar?
• Bagaimana sikap dan perilaku menjaga keutuhan NKRI?
b. Guru membimbing peserta didik secara kelompok untuk mengkaji sikap perilaku semangat dan komitmen kebangsaan melalui internet dan buku sumber.
c. Guru meminta peserta didik untuk memberi contoh perilaku semangat dan komitmen kebangsaan dalam kehidupan.
Verification
(Pembuktian)
a. Guru menjelaskan dan membimbing tugas kelompok untuk menyusun laporan hasil kajian konstitusionalitas dapat berupa displai, bahan tayang, maupun dalam bentuk kertas lembaran.
b. Guru menjelaskan tata cara penyajian kelompok dan tata tertib selama penyajian.
c. Guru menjelaskan pedoman penilaian selama penyajian materi.
d. Guru membimbing sebagai moderator kegiatan penyajian kelompok secara bergantian sesuai tata cara yang disepakati sebelumnya.
e. Guru memberikan konfirmasi terhadap jawaban peserta didik dalam diskusi, dengan meluruskan jawaban yang kurang tepat dan memberikan penghargaan bila jawaban benar dengan pujian atau tepuk tangan bersama.
Penutup
20 menit
a. Guru membimbing peserta didik menyimpulkan materi pembelajaran melalui tanya jawab secara klasikal.
b. Guru melakukan refleksi dengan peserta didik atas manfaat proses pembelajaran yang telah dilakukan dan menentukan tindakan yang akan dilakukan berkaitan dengan Wilayah dan batas hukum nasional dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia, dengan meminta peserta didik menjawab pertanyaan berikut:
• Apa manfaat yang diperoleh dari mempelajari Wilayah dan batas hokum nasional dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia bagi kalian?
• Apa sikap yang kalian peroleh dari proses pembelajaran yang telah dilakukan?
• Apa manfaat yang diperoleh melalui proses pembelajaran yang telah dilakukan?
• Apa rencana tindak lanjut yang akan kalian lakukan?
• Apa sikap yang perlu dilakukan selanjutnya?
e. Guru memberikan umpan balik atas proses pembelajaran dan hasil laporan kelompok.
               
Pertemuan 5
Kegiatan
Deskripsi Kegiatan
Pendahuluan
(10 menit)
a. Guru melakukan apersepsi melalui tanya jawab mengenai materi Mewujudkan Perilaku Semangat dan Komitmen Kebangsaan dalam Kehidupan.
b. Guru menyampaikan kompetensi dasar dan tujuan pembelajaran yang akan dicapai.
c. Guru menjelaskan materi ajar dan kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan peserta didik.
Keg. Inti
(90menit)
Data processing
(Pengolahan
data)
a. Guru menggunakan unsur kebudayaan, contohnya lagu daerah; alat misalnya benda cagar budaya, dan lain sebagainya untuk mengantarkan nilai dan/atau moral; atau guru melibatkan peserta didik untuk terlibat dalam peristiwa budaya seperti lomba baca puisi perjuangan, pentas seni Bhinneka Tunggal Ika.
b. Menyimpulkan karya budaya tersebut dengan mengaitkan unsur Mewujudkan Perilaku Semangat dan Komitmen Kebangsaan dalam Kehidupan.
Verification
(Pembuktian)
melalui model
penyajian/
presentasi
Gagasan
a. Guru menjelaskan dan membimbing tugas kelompok untuk menyusun laporan hasil kajian konstitusionalitas dapat berupa displai, bahan tayang, maupun dalam bentuk kertas lembaran.
b. Guru menjelaskan tata cara penyajian individu dan tata tertib selama penyajian.
c. Guru menjelaskan pedoman penilaian selama penyajian materi.
d. Guru membimbing sebagai moderator kegiatan penyajian kelompok secara bergantian sesuai tata cara yang disepakati sebelumnya.
e. Guru memberikan konfirmasi terhadap jawaban peserta didik dalam diskusi, dengan meluruskan jawaban yang kurang tepat dan memberikan penghargaan bila jawaban benar dengan pujian atau tepuk tangan bersama.
Penutup
20 menit
a. Guru membimbing peserta didik menyimpulkan materi pembelajaran melalui tanya jawab secara klasikal.
b. Guru melakukan refleksi dengan peserta didik atas manfaat proses pembelajaran yang telah dilakukan dan menentukan tindakan yang akan di lakukan berkaitan dengan Mewujudkan Perilaku Semangat dan Komitmen Kebangsaan dalam Kehidupan, dengan meminta peserta didik menjawab pertanyaan berikut:
• Apa manfaat yang diperoleh dari mempelajari Mewujudkan Perilaku Semangat dan Komitmen Kebangsaan dalam Kehidupan bagi kalian?
• Apa sikap yang kalian peroleh dari proses pembelajaran yang telah dilakukan?
• Apa manfaat yang diperoleh melalui proses pembelajaran yang telah dilakukan?
• Apa rencana tindak lanjut yang akan kalian lakukan?
• Apa sikap yang perlu dilakukan selanjutnya?
c. Guru memberikan umpan balik atas proses pembelajaran dan hasil laporan individu.
d. Guru menjelaskan rencana kegiatan pertemuan berikutnya, yaitu melaksanakan proyek kewarganegaraan.
               
Pertemuan 6
Kegiatan
Deskripsi Kegiatan
Pendahuluan
(10 menit)
a. Guru melakukan apersepsi melalui tanya jawab mengenai materi Mewujudkan Perilaku Semangat dan Komitmen Kebangsaan dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia.
b.  Guru menyampaikan ulasan materi dari pertemuan 1-5 dengan tagihan laporan baik individu maupun kelompok.
c. Guru menyampaikan kompetensi dasar dan tujuan pembelajaran yang akan dicapai.
d. Guru membimbing peserta didik untuk mengerjakan proyek  kewarganegaraan (hal 147).
Keg. Inti
(90menit)
Data processing
(Pengolahan
data)
a. Pada kegiatan ini, peserta didik mengerjakan proyek kewarganegaraan (hal 147), yaitu mengkaji melalui internet atau media massa lainnya mengenai isu isu publik yang berkaitan dengan keutuhan kehidupan berbangsa dan bernegara.
b. Peserta didik secara berkelompok membuat kajian tentang isu publik yang menjadi masalah dalam kehidupan berbangsa bernegara dan menyusun alternatif solusinya.
c. Gunakan nilai nilai semangat kejuangan 1945 sebagai alternatif solusinya.
d. Alokasi waktu disesuaikan untuk melakukan evaluasi kegiatan dalam bentuk presentasi singkat.
Verification
(Pembuktian)
melalui model
penyajian/
presentasi
Gagasan
a. Guru menjelaskan dan membimbing tugas kelompok dalam menyelesaikan tugas proyek kewarganegaraan. Laporan dapat berupa displai, bahan tayang, maupun dalam bentuk kertas lembaran.
b. Guru menjelaskan tata cara penyajian kelompok.
c. Guru mendiskusikan dan membuat kesepakatan tentang tata tertib selama penyajian materi oleh kelompok.
d. Guru menjelaskan pedoman penilaian selama penyajian materi, seperti aspek penilaian meliputi:
1) Kemampuan bertanya
2) Kebenaran gagasan/materi
3) Argumentasi yang benar dan logis
4) Bahasa yang digunakan (bahasa baku)
5) Sikap (sopan, toleransi, kerjasama)
e. Guru membimbing sebagai moderator kegiatan penyajian kelompok secara bergantian sesuai tata cara yang disepakati sebelumnya.
f. Guru memberikan konfirmasi terhadap jawaban peserta didik dalam diskusi, dengan meluruskan jawaban yang kurang tepat dan memberikan penghargaan bila jawaban benar dengan pujian atau tepuk tangan bersama.
Penutup
20 menit
a. Guru membimbing peserta didik menyimpulkan materi pembelajaran melalui tanya jawab secara klasikal.
b. Guru melakukan refleksi dengan peserta didik atas manfaat proses pembelajaran yang telah dilakukan dan menentukan tindakan yang akan dilakukan berkaitan Mewujudkan Perilaku Semangat dan Komitmen Kebangsaan dalam Kehidupan, dengan meminta peserta didik menjawab pertanyaan berikut:
• Apa manfaat yang diperoleh dari mempelajari Mewujudkan Perilaku Semangat dan Komitmen Kebangsaan dalam Kehidupan bagi kalian?
• Apa sikap yang kalian peroleh dari proses pembelajaran yang telah dilakukan?
• Apa manfaat yang diperoleh melalui proses pembelajaran yang telah dilakukan?
• Apa rencana tindak lanjut yang akan kalian lakukan?
• Apa sikap yang perlu dilakukan selanjutnya?
c. Guru memberikan umpan balik atas proses pembelajaran dan hasil laporan kelompok.
               



PENILAIAN HASIL PEMBELAJARAN
1.         Sikap spiritual
No.
Teknik
Bentuk Intrumen
Contoh Butir Instrumen
Waktu Pelaksanaan
Keterangan
1
Observasi
Jurnal
Lihat kisi-kisi
Saat pembelajaran berlangsung
Penilaian untuk dan pencapaian pembelajaran (assessment for and of learning)

KISI-KISI PERKEMBANGAN SIKAP SPIRITUAL
No
Kompetensi Dasar
Materi
Indikator
Teknik Penilaian
1
Mensyukuri semangat dan komitmen kolektif kebangsaan untuk memperkuat NKRI yang berketuhanan Yang Maha Esa.
semangat dan komitmen kebangsaan kolektif untuk memperkuat Negara Kesatuan Republik Indonesia
Siswa memiliki sikap beriman dan bersyukur atas semangat dan komitmen kebangsaan kolektif untuk memperkuat Negara Kesatuan Republik Indonesia
Observasi (Jurnal)

Format Observasi Jurnal Perkembangan Sikap Spritual
Nama Sekolah            :    SMP …………………
Kelas/Semester           :    VII/Semester II
Tahun pelajaran          :    2017/2018
N O.
Waktu
Nama Peserta didik
Catatan Perilaku
Butir sikap
Tindak lanjut
1





2





3





Dst.






2.         Sikap sosial
No.
Teknik
Bentuk Intrumen
Contoh Butir Instrumen
Waktu Pelaksanaan
Keterangan
1
Observasi
Jurnal
Lihat kisi-kisi
Saat pembelajaran berlangsung
Penilaian untuk dan pencapaian pembelajaran (assessment for and of learning)

KISI-KISI PERKEMBANGAN SIKAP SOSIAL
No
Kompetensi Dasar
Materi
Indikator
Teknik Penilaian
1
Menunjukkan sikap gotong royong sebagai wujud nyata semangat dan komitmen kolektif kebangsaan untuk memperkuat Negara Kesatuan Republik Indonesia.
semangat dan komitmen kebangsaan kolektif untuk memperkuat Negara Kesatuan Republik Indonesia


Peserta didik Berperilaku tanggung jawab sebagai wujud terhadap semangat dan komitmen kebangsaan kolektif untuk memperkuat Negara Kesatuan Republik Indonesia
Observasi
Berperilaku percaya diri sebagai wujud terhadap semangat dan komitmen kebangsaan kolektif untuk memperkuat Negara Kesatuan Republik Indonesia
Observasi

Format Observasi Jurnal Perkembangan Sikap Sosial
Nama Sekolah          :      SMP ……………………………..
Kelas/Semester         :      VII/Semester II
Tahun pelajaran        :      2017/2018
N O.
Waktu
Nama Peserta didik
Catatan Perilaku
Butir sikap
Tindak lanjut
1





2





3





3.  Pengetahuan
Penilaian Aspek Pengetahuan  dilakukan
No.
Teknik
Bentuk Intrumen
Contoh Butir Instrumen
Waktu Pelaksanaan
Keterangan
1
Tertulis
Pertanyaan dan/atau tugas tertulis berbentuk esei
Lihat kisi-kisi
Setelah pembelajaran Usai
Penilaian pencapaian pembelajaran (assessment of learning)
2
Lesan
Pertanyaan lesan dengan jawaban terbuka
Lihat kisi-kisi
Saat pembelajaran berlangsung
Penilaian untuk pembelajaran (assessment for learning)
3
Penugasan
Pemberian tugas mengerjakan UK6

Setelah pembelajaran Usai
Penilaian untuk pembelajaran (assessment for learning) dan sebagai pembelajaran (assessment as learning)

KISI-KISI TES TERTULIS
No.
Kompetensi dasar
Materi
Indikator Soal
Bentuk soal
No. Soal
1
Menginterpretasikan semangat dan komitmen kebangsaan kolektif untuk memperkuat Negara Kesatuan Republik Indonesia dalam kontek kehidupan siswa.
Semangat dan komitmen Kebangsaan yang ditunjukan Pendiri Negara
Siswa dapat menjelaskan pengertian semangat kebangsaan
Uraian
1
Siswa dapat  menjelaskan pengertian nasionalisme
Uraian
2
Siswa dapat menjelaskan pengertian patriotisme
Uraian
3
Siswa dapat sikap seseorang yang memiliki komitmen terhadap bangsa
Uraian
4
Bentuk-bentuk semangat dan komitmen kebangsaan yang ditunjukan pendiri negara
Siswa dapat menjelaskan periodesasi tentang nilai-nilai 45 yang berkembang setiap zamannya.
Uraian
5
Siswa dapat menjelaskan Tujuan Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 adalah sebagai berikut.
Uraian
6
Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai Satu Kesatuan
Siswa dapat menjelaskan bunyi Pasal 1 ayat (1) UUD Negara RI Tahun 1945
Uraian
7
Siswa dapat memberikan contoh perwujudan cinta tanah air.
Uraian
8
Siswa dapat mengidentifikasi kerelaan berkorban dalam menjaga keutuhan NKRI.
Uraian
9
Siswa dapat memberikan contoh sikap dan perilaku dalam menjaga kesatuan NKRI
Uraian
10

SOAL TES TERTULIS
Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan benar!
1.    Jelaskan pengertian semangat kebangsaan!
2.    Jelaskan pengertian nasionalisme !
3.    Jelaskan pengertian patriotism!
4.    Jelaskan sikap seseorang yang memiliki komitmen terhadap bangsa!
5.    Sebutkan 4(empat) masa periodesasi tentang nilai-nilai 45 yang berkembang setiap zamannya!
6.    Sebutkan 3 (tiga) Tujuan Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 adalah sebagai berikut.
7.    sebutkan bunyi Pasal 1 ayat (1) UUD Negara RI Tahun 1945!
8.    Sebutkan 3 (tiga) contoh perwujudan cinta tanah air!
9.    Sebutkan 3 (tiga) contoh yang dapat dilakukan untuk kerelaan berkorban dalam menjaga keutuhan NKRI!
10. Sebutkan 3 (tiga) contoh sikap dan perilaku dalam menjaga kesatuan NKRI!

KUNCI JAWABAN DAN PEDOMAN PENSKORAN :
No
Kunci Jawaban
Skor
1
Pengertian semangat  kebangsaan adalah suatu keadaan yang menunjukkan adanya kesadaran untuk menyerahkan kesetiaan tertinggi dari setiap pribadi kepada Negara/bangsa
1:  jika hanya mencoba menjawab saja
2:  jawaban yang terkait dengan pertanyaan cukup sesuai
3:  jawaban yang terkait dengan pertanyaan  baik
4: jawaban yang terkait dengan pertanyaan sangat baik
2
Nasionalisme adalah suatu paham yang menganggap bahwa kesetiaan tertinggi atas setiap pribadi wajib diserahkan kepada negara kebangsaan atau nation state.
1:  jika hanya mencoba menjawab saja
2:  jawaban yang terkait dengan pertanyaan cukup sesuai
3:  jawaban yang terkait dengan pertanyaan  baik
4: jawaban yang terkait dengan pertanyaan sangat baik
3
Patriotisme berarti ‘semangat cinta tanah air atau sikap seseorang yang bersedia mengorbankan segala-galanya untuk mempertahankan bangsanya
1:  jika hanya mencoba menjawab saja
2:  jawaban yang terkait dengan pertanyaan cukup sesuai
3:  jawaban yang terkait dengan pertanyaan  baik
4: jawaban yang terkait dengan pertanyaan sangat baik
4
Seseorang yang memiliki komitmen terhadap bangsa adalah orang yang akan mendahulukan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi dan golongan
1:  jika hanya mencoba menjawab saja
2:  jawaban yang terkait dengan pertanyaan cukup sesuai
3:  jawaban yang terkait dengan pertanyaan  baik
4: jawaban yang terkait dengan pertanyaan sangat baik
5
4(empat) masa periodesasi tentang nilai-nilai 45 yang berkembang setiap zamannya :
1) Periode I: Masa sebelum Pergerakan Nasional
2) Periode II: Masa Pergerakan Nasional
3) Periode III: Masa Proklamasi dan Perang Kemerdekaan
4) Periode IV: Masa Perjuangan Mengisi Kemerdekaan
1:  jika hanya mencoba menjawab saja atau hanya menyebutkan satu jawaban
2:  hanya menyebutkan dua jawaban benar 
3:  hanya menyebutkan tiga jawaban benar
4:  Dapat menyebutkan empat jawaban benar
6
3 (tiga) Tujuan Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 adalah sebagai berikut.
1. Ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa
2. Jiwa dan semangat merdeka
3. Nasionalisme
4. Patriotisme
5. Rasa harga diri sebagai bangsa yang merdeka
6. Pantang mundur dan tidak kenal menyerah
7. Persatuan dan kesatuan
8. Anti penjajah dan penjajahan
1:  jika hanya mencoba menjawab saja atau hanya menyebutkan satu jawaban
2:  hanya menyebutkan dua jawaban benar 
3:  hanya menyebutkan tiga jawaban benar

7
Pasal 1 ayat (1) UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 menyatakan ”Negara Indonesia ialah Negara Kesatuan, yang berbentuk Republik
1:  jika hanya mencoba menjawab saja
2:  jawaban yang terkait dengan pertanyaan cukup sesuai
3:  jawaban yang terkait dengan pertanyaan  baik
4: jawaban yang terkait dengan pertanyaan sangat baik
8
3 (tiga) contoh perwujudan cinta tanah air:
•    Menjaga keamanan wilayah negaranya dari ancaman yang datang dari luar maupun dari dalam negeri.
• Menjaga kelestarian lingkungan dan mencegah terjadinya pencemaran lingkungan.
•    Mengolah kekayaan alam dengan menjaga ekosistem guna meningkatkan kesejahteraan rakyat.
•    Rajin belajar guna menguasai ilmu pengetahuan dari berbagai disiplin untuk diabdikan kepada negara.
1:  jika hanya mencoba menjawab saja atau hanya menyebutkan satu jawaban
2:  hanya menyebutkan dua jawaban benar 
3:  hanya menyebutkan tiga jawaban benar

9
3 (tiga) contoh yang dapat dilakukan untuk kerelaan berkorban dalam menjaga keutuhan NKRI :
•    Berkorban dengan tenaga atau dengan bekerja.
•    Berkorban dengan menyumbangkan pemikiran bagi keutuhan NKRI.
•    Berkorban untuk menahan diri tidak berbuat sesuatu yang merugikan bangsa dan negara.
•    Berkorban dengan harta yang dimiliki untuk kejayaan bangsa dan negara.
1:  jika hanya mencoba menjawab saja atau hanya menyebutkan satu jawaban
2:  hanya menyebutkan dua jawaban benar 
3:  hanya menyebutkan tiga jawaban benar
10
3 (tiga) contoh sikap dan perilaku dalam menjaga kesatuan NKRI :
- Menjaga wilayah dan kekayaan tanah air Indonesia
-  Menciptakan ketahanan nasional
-  Menghormati perbedaan suku, budaya, agama dan warna kulit
- Mempertahankan kesamaan dan kebersamaan
Memiliki semangat persatuan yang berwawasan Nusantara
Menaati peraturan
1:  jika hanya mencoba menjawab saja atau hanya menyebutkan satu jawaban
2:  hanya menyebutkan dua jawaban benar 
3:  hanya menyebutkan tiga jawaban benar

Jumlah maksimal
36

Nilai =100

Kisi-kisi penilaian tes lesan untuk aspek pengetahuan
No.
Kompetensi dasar
Materi
Indikator Soal
1



Menginterpretasikan semangat dan komitmen kebangsaan kolektif untuk memperkuat Negara Kesatuan Republik Indonesia dalam kontek kehidupan siswa.
Memperkuat Komitmen Kebangsaan
Pertanyaan tes lesan diberikan pada saat pembelajaran berlangsung dengan jawaban terbuka  tentang Sumpah Pemuda
PEDOMAN PENILAIAN TES LESAN
No.
Pedoman penilaian
Skor
1
jawaban yang terkait dengan pertanyaan sangat baik
92 - 100
2
jawaban yang terkait dengan pertanyaan  baik
82 - 91
3
jawaban yang terkait dengan pertanyaan cukup sesuai
71 - 81
4
jika hanya mencoba menjawab saja
< 71

a.       Kisi-kisi penilaian penugasan untuk aspek pengetahuan
No.
Kompetensi dasar
Materi
Indikator Soal
1



Menginterpretasikan semangat dan komitmen kebangsaan kolektif untuk memperkuat Negara Kesatuan Republik Indonesia dalam kontek kehidupan siswa.
Memperkuat Komitmen Kebangsaan
-        Peserta didik membaca wacana pada Uji Kompetensi 5
-        Peserta didik menjawab soal-soal pada Uji Kompetensi 5


PEDOMAN PENILAIAN PENUGASAN
No.
Pedoman penilaian
Skor
1
2
3
4
1
Kelengkapan komponen, (judul, kesimpulan)




2
Penyajian data (kesesuaian materi, kerapian)




3
Menyerahkan laporan  :
Sesuai dengan waktu yang telah ditentukan





4.    Ketrampilan
Penilaian keterampilan dilakukan guru dengan melihat kemampuan peserta didik dalam presentasi, kemampuan bertanya, kemampuan menjawab pertanyaan atau mempertahankan argumentasi kelompok, kemampuan dalam memberikan masukan/saran, serta mengapresiasi pada saat menyampaikan hasil telaah tentang norma-norma yang berlaku dalam kehidupan bermasyarakat untuk mewujudkan keadilan.

Instrumen Penilaian Ketrampilan
No.
Teknik
Bentuk Intrumen
Contoh Butir Instrumen
Waktu Pelaksanaan
Keterangan
1
Praktik
Tugas Ketrampilan
Lihat kisi-kisi
Saat pembelajaran berlangsung atau usai
Penilaian untuk, sebagai, dan/atau pencapaian pembelajaran (assessment for, as, and of learning)
Kisi-kisi Penilaian Ketrampilan

No
Kompetensi Dasar
Materi
Indikator
Teknik Penilaian
1
Mengorganisasikan kegiatan lingkungan yang mencerminkan semangat dan komitmen kebangsaan untuk memperkuat Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Memperkuat Komitmen Kebangsaan
Siswa dapat menyajikan laporan hasil telaah Memperkuat Komitmen Kebangsaan
Praktik

Format Penilaian Ketrampilan
NO
Nama Peserta Didik
Kemampuan
Bertanya
Kemampuan
Menjawab/
Berargumentasi
Memberi
Masukan/
Saran
Mengapresiasi
1





2





3





Dst.






Pedoman Penskoran (Rubrik)
NO
Aspek
Penskoran
1
Kemampuan Bertanya
Skor 4 apabila selalu bertanya.
Skor 3 apabila sering bertanya.
Skor 2 apabila kadang-kadang bertanya.
Skor 1 apabila tidak pernah bertanya
2
KemampuanMenjawab /Argumentasi
Skor 4 apabila materi/jawaban benar, rasional, dan jelas.
Skor 3 apabila materi/jawaban benar, rasional, dan tidak jelas.
Skor 2 apabila materi/jawaban benar, tidak rasional,dan tidak jelas.
Skor 1 apabila materi/jawaban tidak benar, tidak rasional, dan tidak jelas.
3
Kemampuan Memberi
Masukan
Skor 4 apabila selalu memberi masukan.
Skor 3 apabila sering memberi masukan.
Skor 2 apabila kadang-kadang memberi masukan.
Skor 1 apabila tidak pernah memberi masukan.
4
Mengapresiasi
Skor 4 apabila selalu memberikan pujian.
Skor 3 apabila sering memberikan pujian.
Skor 2 apabila kadang-kadang memberi pujian.
Skor 1 apabila tidak pernah memberi pujian.

J.    PEMBELAJARAN REMEDIAL DAN PENGAYAAN
·         PEMBELAJARAN REMIDIAL
Remedial dilaksanakan untuk siswa yang belum menguasai materi dan belum mampu memahami Memperkuat Komitmen Kebangsaan. Kegiatan remedial dilakukan dengan mengulang materi pembelajaran apabila peserta didik yang sudah tuntas dibawah 75%. Sedangkan apabila peserta didik yang sudah tuntas lebih dari 75% maka kegiatan remedial dapat dilakukan dengan :
(1)   Mengulang materi pokok di luar jam tatap muka bagi peserta didik yang belum tuntas,
(2)   Memberikan penugasan kepada peserta didik yang belum tuntas,
(3)   Memberikan kesempatan untuk tes perbaikan.

·      PEMBELAJARAN PENGAYAAN
Kegiatanpem belajaran pengayaan diberikan kepada Memperkuat Komitmen Kebangsaan siswa yang telah menguasai materi dan secara pribadi sudah mampu memahami. Bentuk pengayaan dapat dilakukan dengan antara lain sebagai berikut.
1.    Guru memberikan tugas untuk mempelajari lebih lanjut tentang materi pokok dari berbagai sumber dan mencatat hal-hal penting. Selanjutnya menyajikan dalam bentuk laporan tertulis atau membacakan di depan kelas.
2.  Pesertadidik membantu peserta didik lain yang belum tuntas dengan pembelajaran tutor sebaya.




Mengetahui
Kepala SMP Negeri 2 Pucuk



NURHADI, S.Pd.,M.E.
NIP. 19660706  198803 1 020
Lamongan , ….  Januari 2018
Guru Mata Pelajaran,



ASTO, S.Pd
NIP. 19650804 200003 1 005


1 komentar:

  RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN 3.4 (Pertemuan 1 Moda Luring) Nama Sekolah : SMP NEGERI ……....